Dear Pak Rachman Taufik,
Maaf ikut nimbrung
Hal mirip ini sepertinya sudah ditanyakan oleh Bapak Nata Miharja dari Bapedalda Kalbar pada tanggal 5 Agustus 2009, beliau menanyakan konversi file format .txt yang didapat dari sipongi ke dalam format shapefile (.shp) tetapi saya menjelaskan dengan software ArcViev ver 3X. Aplikasi ArcView merupakan salah satu aplikasi berbasis GIS yang sudah sedemikian populer dibandingkan aplikasi berbasis GIS lainnya, bisa didapatkan di toko2 software. Untuk bisa menentukan koordinat titik panas Sipongi sebenarnya nggak perlu dibuat ke file shp. Download aja attachment filenya yang berformat .txt. Caranya : klik kanan file attachment.txt- nya pilih Save Link As, pilih Save As Type : All Files, pastikan Filename bertipe .txt (bukan .html). Klik Save Buka ArcView, pada modul project (apr) pilih Tables, klik Add, pilih List Files of Type : Delimited Text (*.txt), cari file attachment tadi, klik OK. Pilih modul ke View (atau buka View baru). Pada menu View pilih Add Event Theme, pada Table : pilih attachment.txt tadi, X field : Long, Y field : Lat, klik OK. Anda sudah mendapatkan koordinat titik panas tersebut. Setelah itu untuk mengetahui berada di wilayah administrasi mana, kita overlay-kan dengan tematik batas administrasi atau tematik lainnya seperti yang sudah dijelaskan Pak Doni
Tetapi kalau kita ingin merubahnya ke shapefile (.shp), klik tema tersebut, klik menu Theme, pilih Convert to Shapefile... lalu kasih nama shapefile.
Silakan mencoba
Djazim Syaifullah BPPT --- On Wed, 9/9/09, Taufik Rachman Taufik <ufikideham@yahoo.com> wrote:
From: Taufik Rachman Taufik <ufikideham@yahoo.com> Subject: Re: [sipongi] Informasi Titik Panas 7 September 2009 @ Pak Rachman To: sipongi@yahoogroups.com Date: Wednesday, September 9, 2009, 12:40 PM
Trims, Bisa dikimin gak softwarenya
From: Doni Prihatna <donie_prihatna@yahoo.com> To: sipongi@yahoogroups.com Sent: Tuesday, September 8, 2009 8:05:08 PM Subject: Re: [sipongi] Informasi Titik Panas 7 September 2009 @ Pak Rachman Dear Pak Rachman taufik, Untuk mengetahui jumlah hotspot di setiap desa sebenernya mudah dan sangat sederhana. Setelah bapak mendapatkan titik koordinat hotspot, bapak bisa membuat titik sebarannya dalam bentuk shapefile. (Shapefile adalah format standar data dalam ArcView). Setelah itu bapak bisa mengoverlay dengan batas desa yang ada, ataupun bisa mengoverlay dengan batas lainya misalnya batas area perkebunan, status lahan dll. Semua proses bisa menggunakan software ArcView 3.X atau ArcGis, jadi dengan software ini bapak bisa menghitung secara otomatis jumlah hotspot yang ada di area tertentu.
Doni Prihatna Forest Fire Monitoring Project WWF Indonesia Kantor Taman A9, Unit A-1, Jl. Mega Kuningan, Lot 8-9/A9 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950 Indonesia Phone: +62-21-5761070 Fax: +62-21-5761080
From: Taufik Rachman Taufik <ufikideham@yahoo.com> To: sipongi@yahoogroups.com Sent: Wednesday, September 9, 2009 7:11:18 AM Subject: Re: [sipongi] Informasi Titik Panas 7 September 2009
Ada softwarenya gak utk itu
--- On Tue, 9/8/09, muhammad rosidi <mrosw2005@yahoo.com> wrote:
From: muhammad rosidi <mrosw2005@yahoo.com> Subject: Re: [sipongi] Informasi Titik Panas 7 September 2009 To: sipongi@yahoogroups.com Date: Tuesday, September 8, 2009, 4:10 AM
ya tinggal di overlaykan saja sama peta administrasinya Pak...
Ros
--- On Mon, 9/7/09, Taufik Rachman Taufik <ufikideham@yahoo.com> wrote:
From: Taufik Rachman Taufik <ufikideham@yahoo..com> Subject: Re: [sipongi] Informasi Titik Panas 7 September 2009 To: sipongi@yahoogroups.com Date: Monday, September 7, 2009, 10:11 PM
bagaimana caranya utk mengetahui, nama desa dan nama kecamatan, lokasi hotspot yang ada dikalsel
--- On Mon, 9/7/09, pongi <pongi@cbn.net.id> wrote:
From: pongi <pongi@cbn.net.id> Subject: [sipongi] Informasi Titik Panas 7 September 2009 [2 Attachments] To: sipongi@yahoogroups.com Date: Monday, September 7, 2009, 8:05 AM
Kami informasikan hasil pantauan titik panas tanggal 7 September 2009.. ------------ --------- --------- --------- --------- --------- --- Stasiun Bumi Satelit NOAA Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Gedung Manggala Wanabakti Blok VII Lt 13.
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar